Jombang (10/05) – Pengurus DPD LDII Kabupaten Jombang turut mengikuti kegiatan bedah dan diskusi buku bertajuk “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII Dalam Platform Profesional Religius Dari Sabang Sampai Merauke” yang diselenggarakan DPW LDII Jawa Timur pada Minggu (10/5). Kegiatan utama berlangsung di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya dan diikuti secara daring oleh pengurus LDII di berbagai daerah.
Kegiatan tersebut juga disaksikan melalui 44 studio mini DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur, termasuk oleh jajaran pengurus DPD LDII Jombang. Untuk wilayah Jombang, pelaksanaan daring dipusatkan di Ruang Training Center (TC) YPBU Gadingmangu dengan dihadiri 16 orang pengurus DPD LDII Jombang.
Acara menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan organisasi Islam, di antaranya Penulis dan Cendekiawan Muda Nahdlatul Ulama (NU) Dr. Ahmad Ali MD., Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Asisten Ahli Kemendikdasmen Prof. Dr. Biyanto, serta Ketua Lembaga Dakwah PBNU Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin.
Kegiatan dibuka oleh Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan bedah buku pada bulan Mei bertepatan dengan momentum bulan pendidikan. Menurutnya, pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan proses menuntut ilmu yang menjadi kewajiban setiap muslim.
“Pentingnya mencari ilmu dalam Islam karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semua akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah,” ujar Amrodji.
Ia juga menerangkan bahwa sistem pendidikan di LDII disusun secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari pengajian caberawit, pra remaja, remaja, usia nikah, pengajian umum, hingga pengajian lansia.
“Di LDII ada tiga fokus pendidikan, yakni pendidikan urusan dunia, pendidikan keagamaan, dan pendidikan karakter. Harapannya, semua itu bisa menciptakan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Menurut Amrodji, pendidikan karakter menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan perkembangan budaya di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pembentukan karakter harus mampu menyesuaikan dengan dinamika sosial yang terus berkembang.
Sementara itu, Dr. Ahmad Ali MD. menyampaikan bahwa kesempurnaan seseorang tidak hanya diukur dari ketaatan menjalankan ajaran agama, tetapi juga dari sikap amanah dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.
“Orang yang sempurna itu pertama taat terhadap ajaran agama, kemudian amanah, menjaga diri dari segala keburukan dan hal-hal yang bisa menjatuhkan martabat manusia. Selain itu juga harus bijaksana, artinya menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan cara yang baik, bukan dengan emosional,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan bedah buku tersebut dapat menjadi wadah dialog ilmiah yang produktif serta memperkuat sinergi berbagai elemen bangsa dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Selain dihadiri tokoh agama, praktisi pendidikan, dan pengurus LDII se-Jawa Timur, forum diskusi ini membahas secara mendalam mengenai sistem, model, dan corak pendidikan LDII dalam platform profesional religius. Pembahasan tersebut menegaskan komitmen LDII dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional berbasis nilai religius dan profesional dari Sabang sampai Merauke.












