Jombang (11/07). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jombang memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memutus rantai stunting secara terintegrasi. Komitmen ini diwujudkan melalui pembekalan edukasi berskala besar yang melibatkan sekitar 1.000 peserta secara hybrid (luring dan daring), Sabtu (11/7/2026), sebagai langkah konkret mendukung agenda pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Langkah taktis yang dimotori oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Jombang ini menargetkan penguatan literasi kesehatan di tingkat paling dasar. Berpusat secara luring di Training Center YPBU Gadingmangu, kegiatan bertajuk “Pencegahan Stunting pada Anak” tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus harian LDII, tenaga kesehatan, serta perwakilan kader dari berbagai wilayah.
Tampak hadir di lokasi acara Ketua DPD LDII Kabupaten Jombang Widodo, Sekretaris DPD LDII Jombang Toto Raharjo, Kepala Puskesmas Perak Oisatin, serta Praktisi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Hafidz Mauludin sebagai narasumber utama.
Sekretaris DPD LDII Kabupaten Jombang, Toto Raharjo, menjelaskan bahwa webinar ini merupakan bagian dari program pembinaan perempuan LDII yang secara rutin dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga. Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari setiap elemen masyarakat dan keluarga.

“Melalui seminar ini kami berharap para peserta memperoleh pengetahuan yang benar mengenai pemenuhan gizi keluarga, kemudian mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, ilmu tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar sehingga manfaatnya semakin luas,” ujar Toto.
Edukasi massal ini dirancang secara inklusif dengan memanfaatkan sistem hybrid. Mengakomodasi keterbatasan geografis, akses edukasi diperluas melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube bagi para peserta daring yang tersebar dari wilayah Jombang Utara, Jombang Barat, Jombang Timur, Jombang Selatan, Jombang Kota, hingga kawasan Pondok Pesantren Gadingmangu.
Sebagai otoritas kesehatan, Praktisi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Hafidz Mauludin, memaparkan ancaman stunting secara komprehensif. Menurutnya, stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak yang terhambat, melainkan mencakup risiko jangka panjang terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas seseorang di masa depan.
Hafidz menguraikan bahwa pencegahan stunting bersifat mutlak dan harus diintervensi sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—dimulai dari masa pra-kehamilan, masa kehamilan, hingga anak menginjak usia dua tahun. Seluruh lini pencegahan seperti pemenuhan gizi optimal, konsumsi protein hewani, sanitasi layak, kebersihan lingkungan, imunisasi lengkap, serta pemantauan rutin di fasilitas kesehatan turut ditekankan dalam forum tersebut.
Melalui forum kolaboratif ini, LDII Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Gerakan edukasi ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif demi lahirnya generasi baru yang sehat, unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas.












Semoga Alloh paring manfaat lancar sukses barokah, dalam rangka menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Terwujud generus yang sehat, kuat, cerdas. Dan terwujud generus LDII yang profesional religius, barakhlakul karimah, paham fakih ‘alim dan mandiri (profesional di bidangnya).