Jombang (13/08). Komitmen menjaga toleransi dan keharmonisan antar-organisasi keagamaan di Kabupaten Jombang kembali ditunjukkan secara nyata. Menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tambakberas, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jombang menyatakan kesiapannya untuk bergerak total dalam memberikan dukungan operasional, khususnya di sektor pelayanan kesehatan.
Dukungan tersebut bukan sekadar wacana atau bentuk simpatik moral semata. LDII Jombang secara khusus akan mengerahkan tim medis profesional yang siap disiagakan di berbagai titik pos kesehatan. Tim kesehatan ini bertugas memberikan layanan medis mendesak bagi jutaan tamu, partisipan, dan peserta muktamar yang diperkirakan bakal memadati Kota Santri dari seluruh penjuru Nusantara.
Keputusan dan komitmen besar tersebut disampaikan secara langsung oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Jombang, Widodo, dalam agenda audiensi dan silaturahmi resmi bersama Bupati Jombang, Warsubi. Pertemuan hangat tersebut berlangsung di ruang tamu Pendopo Kabupaten Jombang pada Kamis (13/8/2026).
“Langkah terdekat merawat toleransi bagi LDII adalah menjadi bagian dari supporting kegiatan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Rencananya akan menerjunkan tim medis untuk siap ditempatkan pada Pos Kesehatan yang telah disediakan oleh panitia Muktamar,” ujar Widodo.
Langkah kolaboratif ini menjadi cerminan betapa erat dan solidnya hubungan antar-organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Jombang dalam saling menopang kegiatan keagamaan berskala nasional.
Selain mematangkan rencana pengawalan dan dukungan medis untuk Muktamar NU, pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris LDII Toto Raharjo serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jombang Budi Winarno ini juga membicarakan agenda strategis penguatan kelembagaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang.
Widodo menegaskan bahwa LDII memiliki ikhtiar kuat untuk terus berada di barisan terdepan dalam merawat kondusivitas serta kerukunan antar-warga. Kehadiran pengurus LDII menemui jajaran pemerintah daerah bertujuan untuk mempertegas serta memperkuat peran LDII dalam struktur kepengurusan FKUB Jombang ke depan.
“Tujuan kami menghadap Abah Bupati karena ingin silaturahmi dan ingin koordinasi terkait FKUB Jombang,” ucap Widodo.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang erat antara elemen masyarakat dan pemerintah daerah merupakan kunci utama pembentukan daerah yang harmonis dan berkemajuan.
“Kami ingin terus berkontribusi untuk kemajuan Jombang, diantaranya menegaskan posisi LDII Jombang dalam FKUB,” ungkapnya.

Niat baik dan ikhtiar sinergis yang diusung pengurus LDII Jombang mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari Bupati Jombang, Warsubi. Menurut Warsubi, rajutan silaturahmi antar-ormas serta terpeliharanya kerukunan umat beragama merupakan fondasi vital dalam menjaga stabilitas daerah, terlebih dalam menyambut agenda akbar seperti Muktamar NU.
Sebagai bentuk tindak lanjut yang konkret, Bupati Warsubi secara langsung memberi arahan kepada Bakesbangpol Jombang untuk segera melakukan penataan ulang kepengurusan FKUB secara inklusif dengan merangkul seluruh perwakilan organisasi keagamaan.
“Segera ada pertemuan untuk mendeklarasikan kepengurusan baru FKUB, selain perwakilan dari DPD LDII, juga dari organisasi keagamaan lainnya untuk segera diminta perwakilannya,” terang Warsubi.
Melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Jombang, LDII, NU, serta berbagai ormas keagamaan lainnya, Kabupaten Jombang kian mengukuhkan posisinya sebagai daerah yang inklusif, ramah, toleran, dan siap menjadi tuan rumah yang hangat bagi helatan keagamaan tingkat nasional.












