Jombang (11/07). Upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga terus dilakukan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jombang. Melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK), LDII menyelenggarakan webinar bertajuk “Pencegahan Stunting pada Anak” sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (11/7/2026) tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta secara luring maupun daring. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat, khususnya kaum ibu, terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.
Pelaksanaan secara luring dipusatkan di Training Center YPBU Gadingmangu, Kabupaten Jombang, dengan dihadiri jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Jombang, tenaga kesehatan, serta perwakilan peserta dari berbagai wilayah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD LDII Kabupaten Jombang Widodo, Sekretaris DPD LDII Kabupaten Jombang Toto Raharjo, Kepala Puskesmas Perak Oisatin, serta Praktisi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Hafidz Mauludin sebagai narasumber utama.

Sementara itu, peserta yang mengikuti secara daring berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang, meliputi Jombang Utara, Jombang Barat, Jombang Timur, Jombang Selatan, Jombang Kota, hingga kawasan Pondok Pesantren Gadingmangu. Sistem hybrid tersebut memungkinkan edukasi menjangkau lebih banyak peserta tanpa terbatas oleh lokasi.
Sekretaris DPD LDII Kabupaten Jombang, Toto Raharjo, menjelaskan bahwa webinar ini merupakan bagian dari program pembinaan perempuan LDII yang secara rutin dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga, khususnya para ibu, dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif setiap keluarga. Karena itu, peningkatan literasi kesehatan melalui kegiatan edukatif seperti webinar menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Melalui seminar ini kami berharap para peserta memperoleh pengetahuan yang benar mengenai pemenuhan gizi keluarga, kemudian mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, ilmu tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar sehingga manfaatnya semakin luas,” ujar Toto.
Ia menambahkan bahwa peran ibu sangat menentukan dalam membentuk pola hidup sehat di lingkungan keluarga. Mulai dari pemenuhan gizi selama masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, penyediaan makanan bergizi seimbang, hingga membangun kebiasaan hidup bersih merupakan faktor penting dalam mencegah stunting.
“Seorang ibu merupakan pendidik pertama bagi anak. Dari keluargalah fondasi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia dibangun. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan ibu menjadi investasi penting dalam mewujudkan generasi emas Indonesia,” tambahnya.
Toto juga mengajak seluruh peserta, baik yang hadir secara langsung maupun melalui Zoom Meeting dan siaran YouTube, untuk mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh agar informasi yang diperoleh dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Praktisi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Hafidz Mauludin memaparkan berbagai faktor penyebab stunting beserta langkah-langkah pencegahannya. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas seseorang pada masa depan.
Hafidz menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga anak berusia dua tahun yang dikenal sebagai periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada masa tersebut, pemenuhan gizi yang optimal menjadi kunci utama agar pertumbuhan anak berlangsung secara maksimal.

Selain pemenuhan gizi seimbang, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi yang layak, imunisasi lengkap, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di fasilitas kesehatan sebagai upaya mencegah terjadinya stunting.
Dalam kesempatan yang sama, peserta juga memperoleh berbagai informasi praktis mengenai penyusunan menu bergizi seimbang, pentingnya konsumsi protein hewani, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui webinar ini, LDII Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sehingga lahir generasi yang sehat, unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.











