Jombang (07/04). Dewan Pimpinan Pusat LDII resmi menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) X yang berlangsung pada Selasa hingga Kamis, 7–9 April 2026. Kegiatan ini digelar di Gedung Grand Ballroom Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta Timur, dengan mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia.”

Munas X LDII diikuti sebanyak 830 peserta secara langsung yang berasal dari DPP serta perwakilan DPW dan DPD LDII dari seluruh Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Dewan Penasehat (Wanhat), pengurus harian, bidang Komunikasi Informasi dan Media (KIM), Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), serta perwakilan pondok pesantren LDII di berbagai daerah.
Di Kabupaten Jombang, peserta Munas mengikuti jalannya acara secara online melalui Studio DPD LDII Kabupaten Jombang yang berlokasi di ruang Pertemuan Ponpes dan Aula Pondok Pesantren Gadingmangu. Sekitar 30 peserta hadir, terdiri dari Dewan Penasihat DPD LDII, pengurus harian, pengurus bidang KIM dan OKK, serta perwakilan pengasuh pondok pesantren LDII se-Jombang.

Pada hari pertama pelaksanaan, peserta dari Jombang tampil kompak dengan mengenakan pakaian putih, celana gelap, dilengkapi jaket (jasket) LDII dan kopiah hitam sebagai identitas kebersamaan.


DPD LDII Jombang juga mengundang sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat untuk mengikuti pembukaan Munas secara daring. Di antaranya Kapolres Jombang, Dandim 0814 Jombang, Kepala Bakesbangpol, Kepala Kemenag Jombang, Ketua MUI Jombang, Ketua PC NU, Ketua PD Muhammadiyah, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jombang.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Jombang, KH. Ilham Rohim, S.Ag., M.HI, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa LDII memiliki peran penting dalam menjaga ukhuwah Islamiah. Hal ini diwujudkan melalui penanaman nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati di tengah umat.
Melalui Munas X ini, LDII diharapkan mampu merumuskan arah kebijakan strategis organisasi ke depan, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa yang harmonis dan berkeadaban.











