Jombang (01/12). Pada hari Minggu dan Senin, 30 November dan 1 Desember 2025, Ketua DPD LDII Jombang Widodo turut aktif dalam Giat Aksi bersih bersama di lingkungan Ponpes Gadingmangu, salah satu pondok binaan LDII di Kabupaten Jombang. Kegiatan tersebut dalam rangka FOLU NET SINK 2030 dan launching Eco Pesantren di Ponpes Gadingmangu.

Kegiatan ini dihadiri pejabat Forpimda, dinas lingkungan hidup provinsi Jatim dan ketua DPW LDII Jatim. Forpimda yg hadir antara lain Kepala Dinas lingkungan hidup Bp Miftahul ulum, S.T, M. Si (mewakili bupati), Kabag kesejahteraan Bp. Drs. Supriyadi, Dinas ketahanan pangan diwakili Sekdin Endah Rachmawati, dan Forpimcam di lingkungan kecamatan perak.
Perlu kita ketahui, FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui aksi mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor kehutanan dan lahan dengan kondisi dimana tingkat serapan sudah lebih tinggi dari tingkat emisi pada tahun 2030. Kebijakan ini lahir sebagai bentuk keseriusan Indonesia dalam rangka mengurangi emisi GRK serta mengendalikan perubahan iklim yang terjadi beserta dampaknya. Untuk mengimplementasikan menuju net sink di tahun 2030, diperlukan sumber daya yang sangat besar, yang hampir dipastikan pemerintah memerlukan dukungan dan kerjasama dari para pihak, baik lintas Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, termasuk warga LDII dan lainnya.
Sedangkan Eco Pesantren adalah konsep pesantren yang berfokus pada pendidikan dan praktik berkelanjutan yang ramah lingkungan, yang saat ini diaplikasikan di Pondok Pesantren Gadingmangu.
Tujuan utama dari Eco Pesantren adalah mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam aktivitas sehari-hari para santri, serta mengajarkan cara-cara untuk menjaga dan melestarikan alam.
Beberapa ciri khas dari Eco Pesantren meliputi:
- Pengelolaan Sampah yang Baik: Pesantren menerapkan sistem pemilahan dan daur ulang sampah, serta membuat kompos dari sampah organik.
- Hemat Energi dan Air: Menerapkan praktik hemat energi dan air, seperti penggunaan lampu hemat energi, pengolahan air limbah, dan pemanfaatan air hujan.
- Edukasi Lingkungan: Mengadakan program edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan bagi para santri, serta melakukan kegiatan praktis seperti menanam pohon, bersih-bersih lingkungan, dan kampanye lingkungan.
- Bangunan Ramah Lingkungan: Merancang bangunan dengan memperhatikan aspek-aspek ramah lingkungan, seperti ventilasi alami, penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan, dan desain yang memanfaatkan cahaya alami.
- Pertanian Berkelanjutan: Mengelola kebun organik atau hidroponik, menanam berbagai jenis tanaman pangan, dan menggunakan pupuk alami.
Dengan menerapkan konsep Eco Pesantren ini di Ponpes Gadingmangu, diharapkan santri tidak hanya mendapatkan pendidikan agama yang baik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.













