DPD LDII Jombang
No Result
View All Result
Senin, 10 Agustus 2026
  • Login
  • Register
  • Home
  • Sejarah LDII
  • Motto LDII
  • Visi & Misi LDII
  • Tujuan LDII
  • RUBRIK
    • Berita Nasional
    • Berita Jawa Timur
    • Berita Jombang
    • LDII News
    • LDII Jawa Timur News
    • LDII Jombang News
    • Sekilas Kegiatan LDII Jombang
  • Web LDII
  • Kontak Kami
Subscribe
LDII Jombang
  • Home
  • Sejarah LDII
  • Motto LDII
  • Visi & Misi LDII
  • Tujuan LDII
  • RUBRIK
    • Berita Nasional
    • Berita Jawa Timur
    • Berita Jombang
    • LDII News
    • LDII Jawa Timur News
    • LDII Jombang News
    • Sekilas Kegiatan LDII Jombang
  • Web LDII
  • Kontak Kami
No Result
View All Result
LDII Jombang
No Result
View All Result

Di Hadapan 1.000 Santri LDII, Jubir Menhan Ingatkan bahwa Pondok Pesantren adalah Komponen Penting Pertahanan

by admin
28 November 2023
in Berita Nasional, LDII Jawa Timur News
Reading Time: 4 mins read
3 1
A A
0
Di Hadapan 1.000 Santri LDII, Jubir Menhan Ingatkan bahwa Pondok Pesantren adalah Komponen Penting Pertahanan
1
SHARES
52
VIEWS
Share on Whatsapp

Kediri (28/11) – Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar bedah buku ‘Politik Pertahanan’ karya Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak pada Senin (27/11). Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.000 santri dan para pengurus LDII.

“Literasi terkait wawasan kebangsaan tak hanya diperlukan di lingkungan kampus, tapi juga perlu dibahas di pondok-pondok pesantren,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Kegiatan bedah buku tersebut, menurutnya sejalan dengan prioritas utama dari delapan program kerja utama LDII, kebangsaan.

Bahkan KH Chriswanto menegaskan setiap warga negara Indonesia harus memiliki andil menjaga stabilitas nasional, bahkan pondok-pondok pesantren juga terlibat di dalamnya. “Acara ini menjadi penting, karena bertujuan agar para santri mampu memahami nilai kebangsaan, karena santri juga salah satu komponen pertahanan tersebut,” ulas KH Chriswanto.

Dalam paparan mengenai buku ‘Politik Pertahanan’, Dahnil menjelaskan kebijakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, bahwa pertahanan negara tak hanya dilakukan secara militer, namun juga nirmiliter, dan hibrida atau campuran keduanya. “Jika perspektif pertahanan yang diketahui secara umum hanya militer, maka buku ini membahas ketahanan secara ekonomi, budaya, digital, dan pangan,” tutur Dahnil yang pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah masa bakti 2014-2018.

Ia berpandangan, setiap warga negara dapat berkontribusi dalam pertahanan negara sesuai bidang yang digeluti. Dalam konteks digital misalnya, para santri bisa aktif dalam pertahanan digital melalui media sosial. Apalagi dalam era digital, Dahnil mengungkapkan, yang perlu diwaspadai adalah pemilik data dengan keberpihakannya.

“Dengan kecanggihan artificial intelligent saat ini, setiap pemilik mampu terhubung dengan data pengguna. Sehingga yang terjadi pemilik data itu mampu menganulir kebenaran sumber data, menjadi data palsu,” tegas Dahnil.

Ia menyambut baik inisiatif Ponpes Wali Barokah dan DPP LDII yang memfasilitasi bedah buku ‘Politik Pertahanan’. Ia pun menegaskan pesantren merupakan modal kemerdekaan Indonesia. “Para kyai, santri, dan pesantren adalah garda terdepan pertahanan negara Indonesia,” ujarnya. Sejarah mencatat, peran kyai, santri, dan pesantren merupakan inisiator didirikannya TNI sehingga menjadi simbol penting pertahanan Indonesia.

Dalam paparannya, Dahnil juga membahas khusus ketahanan pangan. Ia menegaskan ketahanan pangan merupakan tanda kekuatan sebuah negara. Dahnil menyinggung perspektif Presiden Jokowi yakni hilirisasi pangan yang mengubah eksploitasi masif menjadi eksplorasi lingkungan melalui energi baru terbarukan. “Masa depan Indonesia adalah tentang pangan, karena itu perlu generasi muda yang mau mempertahankan negara melalui pertanian,” ujarnya.

Pemikiran dalam buku Politik Pertahanan dikupas pula oleh tiga pembahas, yakni Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Politik Mayjen TNI Nugroho Sulistyo Budi, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Singgih Trisulistiyono dan Dosen Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta Ardito Bhinadi.

Dalam pemaparannya, Mayjen TNI Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam bukunya banyak berbicara masalah politik dalam pertahanan negara. Pemikiran tersebut tidak lepas dari pertahanan yang selalu berkaitan dengan politik, terutama dari sisi pengambilan keputusan terkait pertahanan. Menurutnya, pengambilan keputusan bukan sesuatu yang sederhana, mudah diucapkan namun sulit dan perlu pemikiran mendalam dalam implementasinya.

“Seringkali dalam keadaan aman, tenang dan tenteram banyak menganggap pertahanan tidak penting, banyak yang bilang tidak ada apa-apa dan baik-baik saja. Contoh sederhana, tidak perlu satpam kompleks karena situasinya tenang, tapi begitu ada masalah barulah kelimpungan. Itulah yang sering kita hadapi saat ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, Dahnil tidak hanya membahas tentang politik pertahanan namun juga tentang ketahanan pangan, siber, keamanan maritim, dan lain sebagainya, “Ketika pangan tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat maka itu akan menjadi persoalan di bidang pertahanan negara. Hancurnya Indonesia bukan diserang dari luar tapi pecahnya sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. Itulah yang paling berbahaya,” tutupnya.

Sementara itu, Guru Besar Sejarah Undip sekaligus Ketua DPP LDII mengatakan, jika melihat dari sejarah Indonesia di masa lalu, sesungguhnya pertahanan menentukan keberlangsungan sebuah negara, “Ratusan negara di nusantara lahir dan tenggelam akibat dari konflik internal. Mulai dari Kerajaan Kalingga, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Kutai dan lain sebagainya. Salah satu faktor hancurnya kerajaan-kerajaan itu karena mereka tidak mampu melaksanakan pertahanan,” ujarnya.

Konflik internal dalam pandangan Singgih, memicu kehancuran kerajaan besar seperti Majapahit, Malaka dan sebagainya. “Penyebannya, terdapat disintegrasi konflik dan intrik internal di antara para elit. Untuk itu, buku yang ditulis oleh bung Dahnil Anzar Simanjuntak supaya tidak hanya belajar sejarah tapi juga belajar dari sejarah,” ungkap Singgih.

Singgih menambahkan, negara yang “toto tentrem kerto raharjo” yakni negara yang punya pertahanan dan keamanan yang kuat merupakan conditio sine qua non, sebagai upaya untuk menciptakan negara yang ‘gemah ripah loh jinawi’.

“Buku ini merupakan ekspresi bahwa pertahanan merupakan investasi bukan biaya. Sudah waktunya politik pertahanan bukan hanya menjadi domain elite politik dan negara, namun rakyat juga harus terlibat terhadap isu-isu pertahanan. Sebab dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata), rakyat juga menjadi salah satu elemen pertahanan negara,” paparnya.

Untuk membangun ‘Sishanrata’ diperlukan sosialisasi dan internalisasi ideologi dan pilar kebangsaan yang lain sehingga lahir rasa “Mulat Sarira Hangrasa Wani, Rumangsa Melu Handarbeni, Wajib Melu Angrungi’. “Bangsa Indonesia lahir dari proses sejarah, oleh sebab itu para pemuda harus diajari sejarah kebangsaan untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan nasionalisme,” tutupnya.

Pembahas lain, ekonom dari UPN Veteran Yogyakarta sekaligus Ketua DPP LDII Ardito Bhinadi menyoroti sisi ekonomi yang dimuat dalam buku tersebut. Menurutnya, keterpurukan ekonomi bisa dipicu wabah penyakit seperti Covid-19, “100 tahun sebelum pandemi Covid-19 juga terjadi pandemi yakni flu Spanyol yang terjadi pada tahun 1918-1920. Setelah itu muncul lah krisis pangan dan krisis ekonomi,” tuturnya.

Ardito berpendapat, ekonomi Indonesia juga masih rentan pascapandemi Covid-19, akibat perang Rusia dan Ukraina, fenomena El Nino dan perang antara kelompok Hamas dan Israel yang berdampak pada krisis ekonomi dunia. “Saat ini juga sedang terjadi perang yakni perang mata uang, perang siber, dan teknologi. Ketika negara menguasai teknologi maka dialah yang akan menang. Oleh karena itu, melek terhadap politik pertahanan berarti harus melek terhadap geopolitik dan geoekonomi Indonesia,” tutupnya.

Tags: bedah bukuDahnil Anzar SimanjuntakldiiPolitik PertahananPonpes Wali Barokah Kediri
SendShare2Tweet1ShareSend

Related Posts

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Berita Nasional

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

28 Juli 2026
LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan
Berita Jawa Timur

LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

28 Juli 2026
Wapres Gibran Rakabuming Buka PERMATA CAI 2026 di Jombang, DPD LDII Jombang Perkuat Pembinaan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045
Berita Jombang

Wapres Gibran Rakabuming Buka PERMATA CAI 2026 di Jombang, DPD LDII Jombang Perkuat Pembinaan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045

1 Juli 2026
Wapres Gibran: Permata CAI Cetak Generasi Mandiri Sambut Bonus Demografi
Berita Nasional

Wapres Gibran: Permata CAI Cetak Generasi Mandiri Sambut Bonus Demografi

1 Juli 2026
Wapres Gibran Buka Permata CAI ke-47 di Jombang, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Mandiri
Berita Jawa Timur

Wapres Gibran Buka Permata CAI ke-47 di Jombang, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Mandiri

30 Juni 2026
KIM DPP LDII: Generasi Muda Perlu Tingkatkan Literasi Medsos untuk Etalase Organisasi
Berita Nasional

KIM DPP LDII: Generasi Muda Perlu Tingkatkan Literasi Medsos untuk Etalase Organisasi

29 Juni 2026
Next Post
Kapolda Jatim Sampaikan Tiga Hal pada LDII untuk Sukseskan Pemilu Damai 2024

Kapolda Jatim Sampaikan Tiga Hal pada LDII untuk Sukseskan Pemilu Damai 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KANTOR SEKRETARIAT

Jl. RE. Martadinata No.21, Tugu, Kepatihan, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419

Web ldiijombang.or.id ini adalah web Official DPD LDII Jombang, Silahkan kunjungi juga web LDII pusat kami di ldii.or.id.

BERITA / ARTIKEL TERKINI

  • DPD LDII Kabupaten Jombang Gelar Upgrading Tenaga Pendidik Lewat Seminar “Connect Before Correct” 4 Agustus 2026
  • LDII Kabupaten Jombang Siap Berkontribusi Dukung Muktamar NU 2026 melalui Layanan Kesehatan 31 Juli 2026
  • Pengurus DPD LDII Kabupaten Jombang Bersilaturahim dengan Wakil Bupati Jombang Gus Salman 31 Juli 2026

KATEGORI BERITA / ARTIKEL

  • Berita
    • Berita Internasional
    • Berita Jawa Timur
    • Berita Jombang
    • Berita Nasional
  • Dari Kami
    • Kemandirian
    • Kesehatan
    • Parenting
  • LDII Jawa Timur News
  • LDII Jombang News
  • LDII News
  • Organisasi
  • Pembinaan Generasi Muda LDII
  • Sekilas Kegiatan LDII Jombang
  • Sepakbola LDII

KIRIM BERITA ANDA DISINI:

Kirim ke Telegram Kami di t.me/ldiijombang_bot

  • Home
  • Kontak Kami
  • SiteMap
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Web LDII
  • Majalah NUANSA PERSADA

© 2021-2026 DPD LDII Jombang - Managed and Developed by KIM & IT Division

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sejarah LDII
  • Motto LDII
  • Visi & Misi LDII
  • Tujuan LDII
  • RUBRIK
    • Berita Nasional
    • Berita Jawa Timur
    • Berita Jombang
    • LDII News
    • LDII Jawa Timur News
    • LDII Jombang News
    • Sekilas Kegiatan LDII Jombang
  • Web LDII
  • Kontak Kami

© 2021-2026 DPD LDII Jombang - Managed and Developed by KIM & IT Division