Jombang (04/08). Perubahan zaman yang terus bergerak membawa tantangan baru dalam pembinaan generasi muda, khususnya usia pra remaja dan remaja. Menyikapi hal tersebut, DPD LDII Kabupaten Jombang melalui Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah menggelar kegiatan Upgrading Tenaga Pendidik melalui Seminar bertajuk “Connect Before Correct” di Aula Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam, Selasa (28/7/2026).

257 peserta Seminar yang terdiri atas para pembina, pengajar, dan tenaga pendidik LDII dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jombang.
Kegiatan dibuka oleh Drs. Widodo, M.Si., M.Pd. dan menghadirkan Ust. Denni Ali, praktisi pendidik kelas pra remaja dan remaja, sebagai narasumber utama. Seminar ini diikuti 257 peserta yang terdiri atas para pembina, pengajar, dan tenaga pendidik LDII dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jombang.

Dalam pemaparannya, Ust. Denni Ali menjelaskan pentingnya membangun kedekatan emosional dengan anak sebelum memberikan arahan maupun pembinaan. Melalui pendekatan Connect Before Correct, para peserta dibekali strategi komunikasi yang efektif agar proses pembinaan lebih mudah diterima sesuai karakteristik perkembangan pra remaja dan remaja.


Selain penyampaian materi, seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Para peserta saling bertukar pandangan mengenai tantangan mendidik generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan perubahan sosial.
Melalui kegiatan upgrading tenaga pendidik ini, DPD LDII Kabupaten Jombang berharap lahir pola pembinaan yang semakin komunikatif, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan bekal tersebut, para pendidik diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah, mandiri, profesional religius, serta memiliki daya saing.
Kegiatan ditutup oleh H. Abubakar, S.H., selaku Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Jombang. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan ilmu dan strategi yang telah diperoleh dalam proses pembinaan sehari-hari, sehingga mampu melahirkan generasi penerus yang profesional religius, berkarakter luhur, dan siap menghadapi tantangan zaman.












