Jombang (17/05). Suasana Masjid Baitul Ulya pada Minggu (17/5) tampak berbeda dari biasanya. Aroma aneka masakan memenuhi area kegiatan saat para remaja LDII dari 17 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Jombang bersama satu tim dari Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa Abdul Aziz Al-Manshurin mengikuti lomba memasak yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Setiap tim menampilkan konsep dan kreasi masakan terbaik mereka. Penilaian tidak hanya berfokus pada cita rasa, tetapi juga kreativitas penyajian, kebersihan, kekompakan tim, hingga penerapan nilai kesyariahan selama perlombaan berlangsung.

Sebelum lomba dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemantapan agama dari Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Jombang, H. Sumito. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun kemandirian sejak usia remaja.
“Remaja harus belajar mandiri sejak sekarang, termasuk dalam hal sederhana seperti memasak, menjaga kebersihan, dan bekerja sama,” pesannya di hadapan para peserta.

Selain itu, peserta juga mendapatkan demonstrasi memasak dari Bu Qoqo yang memperagakan cara mengolah mi “Go-Cuan” dengan tampilan menarik dan praktis. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses memasak hingga teknik menghias hidangan agar terlihat lebih menarik saat disajikan.
Salah satu tim yang mencuri perhatian berasal dari Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa Abdul Aziz Al-Manshurin. Tim tersebut diketahui telah melakukan persiapan sejak dua hari sebelum perlombaan berlangsung dengan mengadakan latihan memasak bersama pada malam Jumat dan malam Sabtu.
“Kami latihan memasak mie dan mencoba menghias hidangannya supaya lebih menarik saat lomba,” ujar salah satu peserta dari tim pondok.

Keseruan lomba semakin terasa ketika setiap kelompok mulai mempresentasikan hasil masakan mereka. Sebagian peserta sibuk menghias sajian, sementara lainnya fokus menjaga kebersihan area memasak agar tetap rapi dan nyaman.
Salah satu peserta dari perwakilan pondok, Azka, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya pertama kali mengikuti acara ini, asyik dan menyenangkan. Jadi bisa belajar memasak sekaligus kerja sama dengan teman-teman. Wali pondok juga mengingatkan kami untuk tetap menjaga kesyar’ian selama lomba, seperti memakai deker, inner hijab, dan kaos kaki,” katanya dengan antusias.
Persiapan dan kerja keras tim Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa Abdul Aziz Al-Manshurin akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Dalam perlombaan tersebut, mereka berhasil meraih kategori terinovatif, tersyari, terbersih, sekaligus menyabet Juara 2.


Melalui kegiatan ini, para remaja LDII Jombang tidak hanya berkompetisi menunjukkan kemampuan memasak, tetapi juga mempererat kekompakan dan kebersamaan melalui aktivitas yang positif, kreatif, dan edukatif. (Kayla Fatiqa)











